Haiiiiiii...
Tadi ittu harinya menurutku setengah-setengah aja. Betein, nyenengin.. Bingun juga yah...
Kenapa bisa kyak gitu yah.. Aku kadang juga pernah mikir, kenapa hidup ini terus berubah-ubah. Tapi lama-lama aku tau jawabannya. Pertama hidup yang berubah dapat memberikan pengalaman yang berharga. Kedua bisa merubah hidup untuk lebih dewasa dalam berpikir. Kemudian dapat membuat kita untuk saling berbagi. Dan mungkin yang terakhir dapat membuat kita lebih kreatif kedepannya.
Balik ke topik yang ingin ku sampaikan. Hidup punya berbagai versi. Ku mulai dari yang membuat aku seneng adalah..
Aku seneng sekarang aku mulai akrab ma anak- anak lain dan aku mulai ngrasa klop, tapi sayang dia cowok. Walaupun dia cowok / lawan jenis ku gak pernah ada rasa tertarik sedikitpun, hhahahahaha bukan lesbi aku. Cuman ngrasa comfort aja ku.
Tadi yang membuat aku Bete yaitu Oca ( Mantan teman sebangku SMA kelas 2) dan Bunda ( Ortu ku sendiri).
Pertama, Oca. Dia sudah buat aku kesal berkali-kali. Aku dibuang seenaknya ajah tanpa peduli perasaan aku. Awalnya aku kesal karena Cindy sama Sefri putus. Awalnya sih baik-baik aja, Tapi lama-lama KURANG AJAR tuh anak. Anaknya duduk sama Cindy dan secara gak langsung DIA dah ngusir aku ke tempat lain tanpa bilang sekata-patah katapun. Gak bilang "sorry fi, tapi....". Kalau dia bilang maaf aja ku gak mungkin semarah ini sama dia. Dan sejak kejadian itu aku mulai marah-marah gak jelas setiap anaknya ngajakin ngobrol (apapaan itu, habis manis sepah dibuang). Tapi kata anak ku gak perlu marah segituhnya sama dia cuma perkoro gitu ajah, tapi mereka yang gak tau perasaan aku kayak gimana? Itu makanya ku gak pernah ngrasa klop untuk nyari sahabat. Lama-lama ku mulai ngikuti saran ari anak-anak tpi tetep ae gondok. Trus waktu Ultahnya Putri memang sih aku yang salah tapi ku sudah minta maaf sampai aku ngejar-ngejar tuh anak yang gak penting banget. Trus waktu dah deal ku minta maaf dan anaknya dah maafin, eeh besoknya marah-marah gak jelas yah jelas bikin ku gondok. Apaan nih anak masalah kemarin masih dibawa-bawa, pingin ku nyembah-nyembah lagi untuk minta maaf? Oh no, sebagai jalan keluarnya ku juga ikut-ikutan marah ma dy, emangnya dia siapa? Tapi teman-teman cuman nyaranin dengan ceramah yang sama dari sebelumnya dan itu jelas bikin aku tambah gondok kuadrat, so mereka gak tau perasaan ku. AKU GAK SENANG SAMA ORANG YANG PLIN_PLAN KAYAK GITU DAN SOK PINGIN MANJA SAMA SAPAPUN.
Dan masih banyak yang bikin ku GONDOK BESAR ma tuANAK
Dan yang terakhir bikin kesal yaitu Bunda ortu ku sendiri. Setiap pagi ngomel-ngomel melulu kerjaannya. Yang bikin aku gondok, kata-katanya itu loh... Yang akunya dibilang pesek, lembeng, lelet lah. paan itu.. Coba dek Lala yang kyak gitu mana pernah di olok-olok kyak gtu. Paling cuman bilang "Ayo la, cepetan. Bundanya bisa telat kalau gini.." Paan itu?!! Kenapa sih rasanya Bunda selalu gak ngeh aja ke aku. Apa ia Bunda tetep gak seneng sama aku?
Waktu aku masih kecil aku pernah nungguin bunda di teras rumah sama dek lala. Dan ketika Bunda datang aku langsung menyambutnya. Tapi reaksi bunda jauh dari yang aku harapkan, kemudian bunda bilang, "Kenapa kamu (aku) disini? Gak usah ikut-ikutan keluar, bunda malu punya anak kayak kamu." WHATTT?? Kata-kata itu langsung menusuk dihatiku. Itu sangat menyakitkan hatiku sampai saat ini. Bahkan aku bisa menangis waktu bangun tidur gara-gara mimpi kejadian itu. Kejadian itu berulang berkali-kali, tapi aku sudah ngrasa sebelumnya pada saat aku sering ikut-ikutan turun dari mobil waktu jemput bunda di kantin itu. Tapi bunda bilangnya baru insiden yang dah ku critain. Aku sama sekali ngggak tau maksud bunda bilang seperti itu, tapi itu sangat menusuk buat aku, SAKIIIT sekali sampai sekarang ini. Bahkan sampai sakitnya aku tidak bisa merasakan perasaan bunda saat ini. Aku ngrasa kalau bunda itu orang lain buat aku. Di dalam hatiku yang ada hanya kebenciaan yang terpendam. Jadi tolong mengertilah bunda dan maafkan aku jika aku suka ngambul dan nglawan sama bunda. Aku juga gak tau harus gimana? Tapi di Hatiku yang paling dalam bahkan sangat dalam aku sayang sama bunda, sayang sekali. Bahkan jika Tuhan mau ngambil nyawa Bunda aku Ikhlas jika aku yang diambil untuk menggantikan nyawa bunda.
Kamis, 03 Juni 2010
Rabu, 02 Juni 2010
Berpura-pura
hemft....
Aku tau hidup di dunia ini sangatlah pendek. Dan di dunia ini banyaklah sandiwara, entah siapapun pemeran dalam sandiwara.
Sandiwara yang terpendam dalam hatiku menurutku pribadi sangat rumit. Aku gak tau harus cerita awal dari mana? Tapi akku ingin sekali meluapkan emosiku ini. Taukah aku cerita di Blog ini karena aku ingin mencurahkan semua luapan emosiku. Bukannya aku tidak punya teman di dunia ini, salah besar itu!! Bukan aku bermaksud sombong temanku sangatlah banyak bahkan sampai-sampi aku lupa siapa nama temanku itu. Menurutku pribadi cari teman itu sangatlah gampang, tapi tak satupun yang bisa ngertiin aku.
Bukannya aku tidak berminat untuk mencari sahabat, tapi emang tidak ada yang pernah "klop". Aku selalu menyimpan perasaan aku sendiri di dalam hatiku. Hatiku kadang terasa sakit, perih, dan seperti tertusuk melihat semua yang aku alami. Mungkin semua adalah kebiasaan waktu aku masih kecil. Waktu aku kecil aku sangatlah jelek bahkan aku sempat minder sama teman-teman, hal itu terus berlanjut hingga aku menginjak dewasa ini. Mungkin juga karena pengaruh hormonku, aku terlihat beda dari aku yang dulu.
Kita balik ke topik utamaku. Dari kecil aku memang pandai menyembunyikan masalah serumit apapun. Dibalik kepandaianku itu, sampai-sampai aku tidak bisa menceritakan perasaan aku. Dan karena sifatku itulah terkadang aku juga menjadi sebal sendiri. Tidak seorangpun orang yang berada disekitarku mampu mengerti perasaan aku. Termasuk keluarga dan teman yang dianggap satu genk pun tidak mengerti perasaan aku.
Aku bukanlah orang yang tegar seperti batu karang di laut, tapi aku sangatlah rapuh. Aku bukanlah orang yang sabar seperti semut, tapi aku selalu ingin berontak. Aku bukanlah orang yang baik seperti malaikat, tapi aku jahat.
Inginku pergi dari hidup ini, tapi aku gak punya keberanian untuk meninggalkan keluargaku.
Aku tau hidup di dunia ini sangatlah pendek. Dan di dunia ini banyaklah sandiwara, entah siapapun pemeran dalam sandiwara.
Sandiwara yang terpendam dalam hatiku menurutku pribadi sangat rumit. Aku gak tau harus cerita awal dari mana? Tapi akku ingin sekali meluapkan emosiku ini. Taukah aku cerita di Blog ini karena aku ingin mencurahkan semua luapan emosiku. Bukannya aku tidak punya teman di dunia ini, salah besar itu!! Bukan aku bermaksud sombong temanku sangatlah banyak bahkan sampai-sampi aku lupa siapa nama temanku itu. Menurutku pribadi cari teman itu sangatlah gampang, tapi tak satupun yang bisa ngertiin aku.
Bukannya aku tidak berminat untuk mencari sahabat, tapi emang tidak ada yang pernah "klop". Aku selalu menyimpan perasaan aku sendiri di dalam hatiku. Hatiku kadang terasa sakit, perih, dan seperti tertusuk melihat semua yang aku alami. Mungkin semua adalah kebiasaan waktu aku masih kecil. Waktu aku kecil aku sangatlah jelek bahkan aku sempat minder sama teman-teman, hal itu terus berlanjut hingga aku menginjak dewasa ini. Mungkin juga karena pengaruh hormonku, aku terlihat beda dari aku yang dulu.
Kita balik ke topik utamaku. Dari kecil aku memang pandai menyembunyikan masalah serumit apapun. Dibalik kepandaianku itu, sampai-sampai aku tidak bisa menceritakan perasaan aku. Dan karena sifatku itulah terkadang aku juga menjadi sebal sendiri. Tidak seorangpun orang yang berada disekitarku mampu mengerti perasaan aku. Termasuk keluarga dan teman yang dianggap satu genk pun tidak mengerti perasaan aku.
Aku bukanlah orang yang tegar seperti batu karang di laut, tapi aku sangatlah rapuh. Aku bukanlah orang yang sabar seperti semut, tapi aku selalu ingin berontak. Aku bukanlah orang yang baik seperti malaikat, tapi aku jahat.
Inginku pergi dari hidup ini, tapi aku gak punya keberanian untuk meninggalkan keluargaku.
Langganan:
Postingan (Atom)