Laman

Kamis, 27 Februari 2014

Jawaban di Kamis


Hari ini, kamis 27 Februari 2013

Aku tadi ada kuliah pagi tapi biasalah dosennya yang lagi gak mood ngajar. Yasudah aku nemenin congkek (Aisah, red.) ngerjain tugas dan lanjut ke sekret. Nah ini-ini yang ingin aku share. Mas faw (pacar congkek,red) baca inbox di hpku. Dan dari situlah ketauan kalau aku smsan sama beberapa cowok anak Ukm. Mas faw inisiatif tulis di note hp ku gini, “ Lebih bangga menjadikan orang lain nomer satu daripada menjadi orang nomer satu”
Well, aku akan bahas permasalahan ini
         
  Aku bukan tipe cewek yang suka mainin banyak pria, pliss rek. Tapi aku suka smsan sama cowok, suka diperhatiin, yap itu aja. Aku merasa tertarik dengan orang yang lebih matang dari aku sifatnya. Dan kalau bisa sih duda. Gak masalah gak dapet perjakanya cowok yang penting status gak perjakanya itu jelas. Ok! Jadi apa aku salah? Enggak kan :D

Jumat, 24 Januari 2014

Pilihanku

Aku memang bodoh, Ya! Maafkan aku tidak bisa menjadi pintar Maafkan aku, karena memilih tinggal bersama Bapakku saat keluar dari penjara nanti. Karena aku yakin ada Dek Lala yang bisa Bunda banggain kelak ke orang-orang dari pada aku ini yang jelek. AKU SANGAT SAYANG KALIAN SEMUA :* :* :*

Senin, 09 Desember 2013

Ingin bisa share


Yah, aku akan bercerita tentang diriku. Memang aku kurang suka berbagi cerita, tapi ini blogku, aku merasa lebih nyaman disini. Bukannya aku gak percaya sama temen-temenku terus cerita diblog (kan bisa saja tambah tersebar kalau di blog, daripada sama temen-temenku) tapi aku cuman ingin orang lain mengerti aku dengan membaca semua gerak-gerikku. Yah,, kedengarannya egois tapi aku memang tidak bisa bicara secara face to face. Baiklah, intinya aku cuman ingin orang yang memang ingin tau karakterku, baca sendiri semua tulisan-tulisan yang aku pos di blog. Oke, simpel kan ;)

Banyak orang bilang kalau pembawaanku itu santai kayak orang gak punya beban atau apalah itu. Well, aku terus harus gimana? Ikut-ikutan ribet, teriak-teriak gak jelas, nangis, atau jalan mondar-mandir kayak kereta. Hhahaha, kenapa ada pertanyaan seperti itu? Yang aku tau setiap orang itu punya pembawaan sendiri-sendiri. Pembawaanku memang seperti itu, masalah? Sebernanya bukan itu yang ingin aku bahas diblogku. Aku hanya ingin membongkar rahasiaku, termasuk privasiku tapi aku nulis ini karena ingin share aja. Tapi soal privasi lainnya aku gak akan share lah. Dimana-dimana itu ada hal yang emang bisa dibagikan dan tidak. Jadi jangan dipaksa untuk dibagikan kalau memang tidak ingin dibagikan. Maka dari itu aku suka share di blog karena tidak ada “pemaksaan”

Oke, aku punya cerita kalau aku ini suka berbicara sendiri. Menganggap yang tidak ada menjadi ada dan merasa ada yang menemaniku. Seperti orang gila kan? Yah, lama-lama aku juga merasa seperti itu. Aku juga gak tau kenapa. Tapi dengan aku berbicara sendiri dan merasa ada yang mendengarkan ceritaku tanpa memberi jawaban itu membuatku nyaman. Jangan berpikir non-logica, oke! Aku tidak diikuti oleh makhlus halus apapun itu. Jika aku amati, itu memang halusinasi yang aku ciptakan dari fikiranku sendiri tanpa aku sadari. Tapi aku nggak ingin menghilangkan halusinasi seperti itu, karena menurutku itu imajinasiku, pemikiran yang aku ciptakan.

Kamu tau, aku suka membayangkan hidupku tiba-tiba seperti inilah seperti itulah dan menjalankan karakter itu, seperti bermain dalam sinetron yang hanya ada aktrisnya saja, ya, AKU sang aktrisnya *lol. Jujur aku melakukan seperti itu bukan karena ingin jadi aktris atau apalah itu, tapi aku tidak suka saat-saat aku sendirian, saat tidak ada yang menemaniku, saat pikiranku sangat suntuk/kesal. Tapi itulah imajinasiku, terkadang aku ingin menuliskan sebuah cerita yang aku dapat dari imajinasiku dalam bentuk novel. Yah L sekali lagi, aku bukan tipe orang yang suka memperhatikan setiap detilnya. Aku pernah menuliskan kalau ceritaku seperti ini-itu tapi malah gak nyambung dari situ  aku tau kalau seorang penulis itu sabar dan mereka itu cerdas.

Balik lagi sama kebiasaanku, aku suka bicara sendiri, well! Aku bahkan nggak cerita pada siapapun tentang masalahku karena yang aku tau, aku sudah merasa nyaman dengan keadaanku. Aku hanya ingin merubah diriku dari tertutup menjadi sedikit terbuka. Proses guys!

Jumat, 06 Desember 2013

Ini ceritaku

Nama saya Maulidfia Rahmi
Seorang mahasiswa 21 tahun di Universitas Jember

Postingan terakhir 2010 dimana jaman tersebut itu jama alay-alaynya aku yang bertahan sampai 2011.. 
Hanya bisa tertawa kecil saat melihat foto, video bahkan perilaku yang orang ceritakan padaku saat dahulu
Perubahan yang aku rasakan sampai saat ini aku lebih dewasa. yah wajarlah mestinya juga gitu bahkan itu adalah tuntutan zaman dan usiaku yang sudah berkepala dua.
Sifat yang masih melekat padaku adalah sifat tertutupku, yah aku tidak suka bercerita masalahku lebih detail kepada orang lain karena aku males banget mau cerita, aku lebih suka mendengarkan cerita orang lain :D

Kalau kita mendengarkan ucapan orang lain kita akan tau apa yang dirasakan orang itu. Perasaaan kesal, senang, marah ataupun putus asa. Dan terkadang aku hanya bisa diam tanpa memberi saran apapun karena aku belum ngerasain perasaan seperti itu. Begok banget kan?? Yah,, bertindak diam itu menurutku lebih baik dari pada sok tau sekali. Balik lagi tentang mendengarkan curahan hati seseorang, jujur aku salut sama mereka yang berbagi perasaannya terhadap orang lain yang dipercaya. Tapi kadang aku kesal saat orang itu berbagi perasaannya lewat sosmed. Hello,, sosmed bukan ajang curhat tauk (terus blog ini apa cobak??) *LOL

Setiap orang yang cerita sama aku rata-rata adalah orang yang banyak dibicarakan sama orang lain, kelainan sosial, orang gila (bukan gila yang kayak di tv, tp yang kelainan jiwa karena tertekan), bahkan orang yang orang lain bilang "pantaslah dia masuk neraka".Well, kalau menurutku gak masalah siapapun orangnya, karena aku gak punya masalah sama dia dan dia juga tidak menghindar dariku. Tujuanku bergabung dengan mereka, bukan karena apa, tapi aku hanya ingin menemaninya, atau apa ya? bingung kalau ditanya seperti itu. Teman-temanku hanya butuh pengertian, bukan hujatan. Memang mereka "nakal" tapi mereka juga manusia, kenapa Tuhan masih memberinya hidup? karena Tuhan memberi kesempatan pada mereka untuk mau berubah dari semua pelajaran yang mereka dapat. Terus kenapa kita tidak memberinya maaf juga? Apa pantas bersikap seperti itu? Hhahaha, biarlah Tuhan yang berkata.

Teman-temanku itu sebenarnya adalah orang hebat, tiada yang bodoh. Mereka hanya orang yang lagi tersesat. Merek butuh cahaya bukan api, mereka butuh uluran tangan bukan cacian, mereka butuh kehangatan bukan kekerasan. Aku tidak menyalahkan teman-temanku saat orang disekitarku membicarakanku dengan sinisnya, karena yang aku tau mereka tidak tau aku seperti apa dan apa aja yang aku lakukan. Terkadang temanku juga menjauhiku karena aku tidak ikut-ikutan seperti mereka, aku paham kok, walau awalnya aku kesal tapi aku sadar memang itulah resikonya. Aku sayang sama mereka.

Memang susah banget memberi pengertian pada mereka tentang resiko, masalah sosial bahkan dosa. yang mereka jawab malah "yasudah, yang dosa aku aja, aku juga yang nanggung bukan mereka", "kan masih ada lady gaga, depe, dll yang akan masuk neraka duluan" ataupun  "cerewet banget mereka itu". Kadang aku juga males menasehati kalau jawabannya seperti itu lalu yang aku lakukan dengan mengganti topik lain. Yang aku pernah baca seperti ini "orang yang membicarakan kita adalah seseorang bodyguard tanpa bayaran" kalau menurutku kata-kata itu sih kurang pas. Kita sama-sama tau arti bodyguard yaitu seseorang yang melindungi kita dari bahaya, nah orang yang suka gosip itu apa iya melindungin kita dari bahaya gosip? enggak kan? Tapi setelah aku berpikir dua kali emang bener. Bodyguard akan memberi tau tuannya jika ada bahaya mengancam agar tuannya selamat. Secara gak langsung mereka yang mencibir itu memberikan kita masukan dengan cara "kurang baik" agar kita mau berintrospeksi diri. Bercermin jika kita itu sudah seperti itu dimata mereka. Kalau kita memang gak seperti yang mereka bicarain kita hanya perlu diam agar mereka lama-lama ngerti. Sedangkan jika itu seperti tingkah kita, ya jangan cuek juga. Itu malah bagus untuk kita berubah sebelum peringatan dari Yang Kuasa datang dan hanya penyesalan yang akan dirasakan. Iya kalau kita mau besyukur dengan penyesalan itu kalau kita malah mengencam Tuhan dangan perkataan sinis? bahaya kan...

Ini ceritaku :D